Langsung ke konten utama

Jangan Sepelekan Dosa Kecil


Manjanik(dot)net – Guys, sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Itulah perumpamaan tentang hal yang kecil namun terus menerus kita lakukan, maka suatu waktu akan menjadi sebesar gunung. Tak terkecuali dalam hal dosa- dosa kita. Walaupun hanya dosa kecil, namun jika kita “telaten” melakukannya, lama- lama juga akan merugikan kita nantinya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), “Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus”. (HR. Al Baihaqi)

Diakui atau tidak, kadang kita sering sekali menyepelekan masalah dosa kecil ini. Padahal walaupun kecil sekalipun, namun dosa tetaplah menjadi dosa yang akan memberatkan timbangan keburukan bagi kita kelak di akherat. Dan walaupun dosa kecil sekalipun, namun sudah berarti kita mendurhakai Allah tuhan kita. Bilal bin Sa’ad rahimahullah mengatakan, “Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”

Karena itulah, dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat selalu berhati- hati dalam setiap langkah dihidup mereka. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan, “Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”

Manusia memang tidak pernah lepas dari dosa, namun bukan berarti manusia bisa menyepelekan dosa, atau menganggap remeh semua itu hanya dengan alasan ketidaksempurnaan. Ketidaksempurnaan yang ada pada diri kita seharusnya kita tutupi dengan cara mendekat diri dengan orang-orang yang shalih, dan bukan dekat dengan sesama pendosa agar hidup kita lebih bermakna dihadapan Allah SWT.

Dan kita sebagai seorang mukmin, yang meniatkan hidup kita untuk beribadah dan takwa kepada Allah Ta’ala, harus banyak- banyak melakukan evaluasi diri, agar kita tidak terjebak dalam kebiasaan tersebut. Dan itulah yang akhirnya akan membedakan kita dari mereka yang ingkar.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya” (HR. Bukhari). [NayMa/diaryhijaber]

Postingan populer dari blog ini

Riba Haram dalam Segala Keadaan, Benarkah?

Pertanyaan: Apakah setiap riba dalam bentuk apapun pasti diharamkan secara mutlak atas kedua belah pihak (pemberi piutang/rentenir dan yang berhutang)? Ataukah hanya diharamkan atas rentenir saja, sedangkan yang berhutang terbebas? Dan bila yang berhutang tidak berdosa, apakah hal ini hanya bila sedang membutuhkan kepada piutang saja, terjepit dan kemiskinan, ataukah kebutuhan tidak menjadi persyaratan bagi bolehnya berhutang dengan membayar riba? Bila dibolehkan bagi orang yang membutuhkan/terjepit, apakah bagi orang yang kebutuhannya tidak terlalu mendesak boleh untuk berhutang dari bank yang bertransaksi dengan bunga/riba 15 % setiap tahun –misalnya-. Dengan demikian, ia dapat berusaha dengan modal uang hutang tersebut, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari bunga/riba yang ditetapkan, misalnya keuntungannya sebesar 50 % setiap tahun. Dengan cara ini, berarti ia berhasil memperoleh hasil dari piutang tersebut sebesar 35 % yang merupakan sisa keuntungan dikurangi bung...

Alur dan Biaya Perpanjangan sim wilayah deli serdang

Mungkin info berikut bisa berguna bagi khalayak semua.. Khalayak punya SIM? Surat Ijin Mengemudi loh.. yang bentuknya kartu tapi namanya surat.. beda sama kartu keluarga, bentuknya surat tapi namanya kartu.. weh gak penting banget, wkwkwkwk.. Nah yang perlu diperhatikan adalah bahwa perpanjangan SIM jangan sampai kelewat masa berlakunya karena akan memyebabkan khalayak harus mengambil SIM BARU lagi alias tidak bisa diperpanjang yang artinya khalayak harus ikut ujian tertulis, ujian praktik dan biaya yang lebih banyak daripada biaya perpanjangan SIM. Lalu berapakah biaya perpanjangan SIM? sabar.. Sebelum kesana ada berkas-berkas yang harus khalayak siapkan, apa saja?  simak yang berikut ini : Photokopi KTP 1 lembar KTP asli 1 lembar photokopi SIM 1 lembar SIM asli 1 lembar Map 1 unit Uang asli beberapa lembar  Angkutan, bisa motor, angkot, becak, mobil, sepasang kaki.. terserah yang penting jangan helikopter, pesawat sama kereta api ataupun kapal laut k...

Yuk Mengenal Lebih Dekat KOPASKHAS TNI AU

Satu satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan terlengkap di dunia. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya. sebagai satuan tempur negara, yang membedakan dari Komando elit samping fungsi Paskhas adalah pasukan pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI. Paskhas mempunyai Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan. Inilah ke-KHAS-an Para Komando. Slo gan Karmaye Vadikaraste ...