(Manjanik dot net) – Apa yang paling enak dilakuin kalo pas lagi marah? Mukul, teriak, nangis, memaki meluapkan segala emosi biar lega, atau….?
Maha suci Allah yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang suci. Yang bahkan lewat Rasulullah SAW yang mulia, udah ngajarkan ke kita tentang cara yang mulia untuk marah.
#caranya?
Caranya adalah seperti yang diajarkan beliau berikut ini. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, ‘Engkau jangan marah!’. Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhari].
Cara paling mulia buat marah adalah dengan nggak marah….
Dan asli itu nggak gampang! Karena semua manusia memang punya amarah.
Tapi bukankah semua manusia juga dikaruniai akal agar dia bisa berpikir sebelum marah? Bukankah manusia juga dikaruniai indra yang bisa ngeliat, ngerasa, ngedenger dan mulut yang digunakan buat musyawarah dan komunikasi, yang akhirnya bisa digunakan sebelum akhirnya mutusin buat marah?
Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapakah orang yang paling kuat di kalangan kamu?” Maka para sahabat memberi berbagai jawaban. Rasulullah SAW lalu berkata, “Bukanlah orang yang kuat itu orang yang banyaknya berperang. Sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang dapat mengawal dirinya saat marah”.
Rasulullah berpesan banget ke kita soal nge-handle kemarahan karena memang ini penting banget. Bayangpun, saat kita marah kita sering nggak eling apapun lagi. Apalagi buat kita yang udah dari sononya nggak punya bakat buat sabar. Masalah yang harusnya simple buat di handle, jadi ribet dan riweh hanya karena emosi yang maju duluan.
Girls, percaya nggak, pasti ada seribu alasan buat kita marah, tapi hanya satu alasan yang bisa buat kita sabar. Allah seneng sama orang-orang yang sabar. Dan Allah adalah alasan paling pas dari semua alasan.
Dan lagi dari hadist diatas bisa diambil kesimpulan kalo hanya orang cemen alias lemah yang demen banget marah. Pertanyaannya, emang kita mau dan rela kalo kita disebut lemah? Karena itu, yuk belajar bareng buat lebih adeem, dan nggak marah-marah mulu.
NB : Eits tapi beda kasusnya loh kalo lagi ngadepin hal yang nyangkut kehormatan Islam. Kudu tegas ngadepinnya, dan itu harga mati. Ibaratnya, ibu kita dihina aja, kita nggak terima, apalagi tuhan kita. Tapi sikap tegas dan marah itu bukan lantas anarkis lho.
Wokey, segitu dulu ya ngobrol- ngobrol kita kita kali nie. Dan sebelum kita akhiri, salam dame dulu ahhh… biar tambah adeemmm…. Assalamuallaikum… 🙂 [NayMa/diaryhijabers]
Maha suci Allah yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang suci. Yang bahkan lewat Rasulullah SAW yang mulia, udah ngajarkan ke kita tentang cara yang mulia untuk marah.
#caranya?
Caranya adalah seperti yang diajarkan beliau berikut ini. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, ‘Engkau jangan marah!’. Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhari].
Cara paling mulia buat marah adalah dengan nggak marah….
Dan asli itu nggak gampang! Karena semua manusia memang punya amarah.
Tapi bukankah semua manusia juga dikaruniai akal agar dia bisa berpikir sebelum marah? Bukankah manusia juga dikaruniai indra yang bisa ngeliat, ngerasa, ngedenger dan mulut yang digunakan buat musyawarah dan komunikasi, yang akhirnya bisa digunakan sebelum akhirnya mutusin buat marah?
Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapakah orang yang paling kuat di kalangan kamu?” Maka para sahabat memberi berbagai jawaban. Rasulullah SAW lalu berkata, “Bukanlah orang yang kuat itu orang yang banyaknya berperang. Sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang dapat mengawal dirinya saat marah”.
Rasulullah berpesan banget ke kita soal nge-handle kemarahan karena memang ini penting banget. Bayangpun, saat kita marah kita sering nggak eling apapun lagi. Apalagi buat kita yang udah dari sononya nggak punya bakat buat sabar. Masalah yang harusnya simple buat di handle, jadi ribet dan riweh hanya karena emosi yang maju duluan.
Girls, percaya nggak, pasti ada seribu alasan buat kita marah, tapi hanya satu alasan yang bisa buat kita sabar. Allah seneng sama orang-orang yang sabar. Dan Allah adalah alasan paling pas dari semua alasan.
Dan lagi dari hadist diatas bisa diambil kesimpulan kalo hanya orang cemen alias lemah yang demen banget marah. Pertanyaannya, emang kita mau dan rela kalo kita disebut lemah? Karena itu, yuk belajar bareng buat lebih adeem, dan nggak marah-marah mulu.
NB : Eits tapi beda kasusnya loh kalo lagi ngadepin hal yang nyangkut kehormatan Islam. Kudu tegas ngadepinnya, dan itu harga mati. Ibaratnya, ibu kita dihina aja, kita nggak terima, apalagi tuhan kita. Tapi sikap tegas dan marah itu bukan lantas anarkis lho.
Wokey, segitu dulu ya ngobrol- ngobrol kita kita kali nie. Dan sebelum kita akhiri, salam dame dulu ahhh… biar tambah adeemmm…. Assalamuallaikum… 🙂 [NayMa/diaryhijabers]
