Langsung ke konten utama

Postingan

Iblis Pun Menjebak Orang Yang Membaca Al Quran

Iblis Pun Menjebak Orang Yang Membaca Al Quran▪️ Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata: وقد لبس إبليس على قوم من القراء فهم يقرأون القرآن في منارة المسجد بالليل بالأصوات المجتمعة المرتفعة الجزء والجزأين فيجتمعون بين أذى الناس في منعهم من النوم وبين التعرض للرياء ومنهم من يقرأ في مسجده وقت الأذان لأنه حين اجتماع الناس في المسجد. قال المصنف ومن أعجب ما رأيت فيهم أن رجلا كان يصلي بالناس صلاة الصبح يوم الجمعة ثم يلتفت فيقرأ المعوذتين ويدعو دعاء الختمة ليعلم الناس أني قد ختمت الختمة وما هذه طريقة السلف فإن السلف كانوا يسترون عبادتهم وكان عمل الربيع بن خثيم كله سرا فربما دخل عليه الداخل وقد نشر المصحف فيغطيه بثوبه وكان أحمد بن حنبل يقرأ القرآن كثيرا ولا يدري متى يختم. Iblis telah memperdayai segolongan ahli pembaca Al Quran, mereka membaca Al Quran di menara masjid di malam hari, dengan suara yang dikeraskan, juz demi juz, sehingga selain  mengganggu manusia yang sedang tidur mereka juga menampakkan riya. Di antara mereka ada yang membaca Al Quran ketika adzan, karen...

Jamaah Maklum

Disuatu negeri "antah asudahlah" sering terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.. sikap perbuatan maupun ucapan dari masyarakatnya.. si A muncungnya asal njeplak si B kerjaannya ngutang si C asik sor sendiri aja si D gak openan orangya si E nyinyiran si F sikit2 baper si G jarang pake otak kalo ngomong si H bocor kali mulutnya si I cakap aja yang besar si J payah kali dimintain tolong si K nokohin kawan aja bisanya pada suatu hari, dengan moment yang berbeda-beda tentunya.. terjadi peristiwa seperti dibawah ini.. si A curhat ttg si B kepada si C, dan jawaban si C "maklum ajalah" si B curhat ttg si C kepada si D, dan jawaban si D "maklum ajalah" si C curhat ttg si D kepada si E, dan jawaban si E "maklum ajalah" si D curhat ttg si E kepada si F, dan jawaban si F "maklum ajalah" si E curhat ttg si F kepada si G, dan jawaban si G "maklum ajalah" si F curhat ttg si G kepada si H, dan jawab...

[Tanya] Hadits Maaf-Maafan Sebelum Ramadhan

Tanya Hadits Maaf-Maafan Sebelum Ramadhan ...  Ketika Rasulullah sedang berkhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin.  Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali.  Ketika selesai sholat Jum'at para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: "ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah amin-kan doaku ini", jawab Rasulullah. Do'a Malaikat Jibril adalah sbb: Yaa Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: - Tidak memohon ma'af terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); - Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri; - Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan or...

Akal-Akalan dalam Riba

Selalu saja ada akal-akalan untuk bisa melegalkan yang haram. Kadang dengan pengaburan istilah. Kadang pula dengan melakukan trik-trik yang tetap haram. Trik-trik untuk bisa melegalkan yang haram salah satunya dapat kita lihat dalam transaksi riba. Memahami Riba Secara etimologi, riba berarti tambahan ( al fadhl waz ziyadah ). Di antara definisi riba yang bisa mewakili definisi yang ada telah dikemukakan oleh Muhammad Asy Syarbiniy. Riba adalah, عَقْدٌ عَلَى عِوَضٍ مَخْصُوصٍ غَيْرِ مَعْلُومِ التَّمَاثُلِ فِي مِعْيَارِ الشَّرْعِ حَالَةَ الْعَقْدِ أَوْ مَعَ تَأْخِيرٍ فِي الْبَدَلَيْنِ أَوْ أَحَدِهِمَا “ Suatu akad/ transaksi pada barang tertentu yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syari’at, atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya ” (Mughnil Muhtaj, 6: 309). Sudah diketahui pula bahwa riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kata sepakat) para ulama (Lihat Al Mughni, 7: 492). Di antara...

Riba: Definisi, Hukum, dan Macamnya

Definisi Riba Secara literal, riba bermakna tambahan ( al-ziyadah ) [1] . Sedangkan menurut istilah;  Imam Ibnu al-‘Arabiy mendefinisikan riba dengan; semua tambahan yang tidak disertai dengan adanya pertukaran kompensasi. [2]  Imam Suyuthiy dalam  Tafsir Jalalain  menyatakan, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam mu’amalah, uang, maupun makanan, baik dalam kadar maupun waktunya [3] . Di dalam kitab  al-Mabsuuth,  Imam Sarkhasiy menyatakan bahwa riba adalah  al-fadllu al-khaaliy ‘an al-‘iwadl al-masyruuth fi al-bai’  (kelebihan atau tambahan yang tidak disertai kompensasi yang disyaratkan di dalam jual beli). Di dalam jual beli yang halal terjadi pertukaran antara harta dengan harta. Sedangkan jika di dalam jual beli terdapat tambahan (kelebihan) yang tidak disertai kompensasi, maka hal itu bertentangan dengan perkara yang menjadi konsekuensi sebuah jual beli, dan hal semacam itu haram menurut syariat. [4]  Dalam...